Dulu ada seorang pemuda yang datang kepada gurunya yang sudah tua dan memberitahu gurunya itu bahwa ia mengalami kehidupa yang begitu menyedihkan dan meminta solusi pada gurunya itu.. Sang guru pun memerintahkan pemuda yang tidak bahagia ini untuk menaruh segenggam garam ke dalam segelas air lalu meminta sang pemuda meminumnya.
Soloposcom, WONOGIRI - Warga Wonogiri di wilayah pesisir, tepatnya di Kecamatan Paranggupito, dahulu kala pernah memproduksi garam dari air laut selatan. Saat itu garam menjadi sumber penghidupan dan menjadi barang barter bagi masyarakat setempat. Hal itu dibuktikan dengan masih banyaknya puing gerabah (alat memasak dari tanah liat) yang ditemukan di sekitar tebing atau pantai di kawasan Paranggupito. Gerabah yang digunakan saat itu yakni klenting atau jon, kwali, dan kendil.
Seorangpemuda yang dirundung problem mendatangi seorang tua bijak. Tanpa membuang waktu pemuda itu langsung menceritakan semua masalahnya. Pak Tua bijak mendengarkan dengan seksama. Ia kemudian mengambil segenggam serbuk pahit dan meminta anak muda itu untuk mengambil segelas air.
Fast Money.
GARAM DAN AIRDi sebuah desa ada seorang anak perempuan umurnya kira-kira 13 sampai 16 tahun. Dia seorang anak yang cantik juga pintar tapi sayangnya dia memiliki sifat suka mengeluh ketika ada masalah datang menghampirinya. Sekecil apapun masalah itu dia selalu mengeluh dan hari dia sedang berjalan menuju sekolah, tiba-tiba lewat seorang teman sekolahnya dengan mengendarai sepeda baru. Dia menatap temannya yang sedang mengendarai sepeda sambil mengeluhkan dirinya yang cuma berjalan kaki. Sesampainya di rumah diapun mengeluhkan hal ini kepada ibunya. “Bu, aku capek setiap hari harus berjalan kaki ke sekolah, kenapa Ibu tidak membelikan aku sepeda baru supaya aku tidak perlu capek-capek berjalan kaki”.Dia merasa dalam hidup ini hanya dia seorang yang selalu mendapat masalah tidak seperti teman-temannya yang lain yang bisa hidup enak dan tidak pernah punya masalah. Padahal semua manusia di muka bumi tidak pernah lepas dari mulai resah dengan sikap anaknya yang selalu mengeluh. Hingga di suatu hari, Ibu anak ini mengajaknya ke dapur, dia mengambil garam, gelas, dan sebuah panci kemudian mengisi gelas dan panci dengan air sampai penuh. Dia kemudian memasukan satu sendok garam kedalam gelas yang berisi air dan satu sendok lagi ke dalam panci. Sang anak mulai penasaran dengan apa yang sedang dilakukan ibunya.“Untuk apa air garam itu bu?” Sang Ibu pun berkata, “sekarang coba kamu minum air yang ada di dalam gelas”. Anak itu pun meminumnya dan mengeluh, “rasanya sangat asin bu!”, Ibunya kemudian menyuruh anak itu untuk mencicipi air yaang ada di dalam panci. “Rasanya asin bu, tapi tidak seasin air yang di gelas tadi” Kata anak itu dengan nada penasaran. Setelah itu sang ibu mengajaknya ke sebuah danau yang berada tidak jauh dari rumah mereka.“Sekarang coba kamu lemparkan segenggam garam ke dalam danau itu!”. Dengan wajah yang masih penasaran anak itu melemparkan segenggam garam ke dalam danau. “Kenapa bu? Untuk apa ibu menyuruhku melemparkan garam ke danau?”. Sang ibu kemudian berkata, “Nak, kamu adalah anak yang cerdas, menurut kamu bagaimana rasa air danau setelah kamu melemparkan segenggam garam ke dalamnya?” dengan spontan anak itu menjawab, “Tentu saja rasanya tidak akan berubah bu, tapi aku masih penasaran kenapa ibu melakukan semua ini?”Dengan nada yang lembut ibunya menjelaskan bahwa garam yang dimasukkan ke dalam gelas, panci dan danau itu diibaratkan masalah setiap orang yang ada di dunia. Tinggal bagaimana sikap kita menghadapi masalah itu. Apakah kita akan seperti gelas dan panci ketika ditimpa sedikit masalah akan berubah menjadi asin? Ataukah kita danau yang ketika ditimpa masalah sebesar apapun tidak akan berubah rasa mendengarkan penjelasan ibunya, anak ini mulai mengerti bahwa setiap orang di atas bumi ini pasti punya masalah entah itu masalah yang besar atau masalah yang kecil, tetapi jika kita menghadapinya dengan lapang dada, maka sebesar apapun masalah yang menimpa tidak akan mengubah kita menjadi orang yang suka mengeluh dan lupa untuk bersyukur.
Cerita Inspiratif Garam Dan Air Bahasa Indonesia Kelas 9 Halaman 157 Kegiatan 2 Mengembangkan - Here's Cerita Inspiratif Garam Dan Air Bahasa Indonesia Kelas 9 Halaman 157 Kegiatan 2 Mengembangkan collected from all over the world, in one place. The data about Cerita Inspiratif Garam Dan Air Bahasa Indonesia Kelas 9 Halaman 157 Kegiatan 2 Mengembangkan turns out to be....cerita inspiratif garam dan air bahasa indonesia kelas 9 halaman 157 kegiatan 2 mengembangkan , riset, cerita, inspiratif, garam, dan, air, bahasa, indonesia, kelas, 9, halaman, 157, kegiatan, 2, mengembangkan, LIST OF CONTENT Opening Something Relevant Conclusion Recommended Posts of Cerita Inspiratif Garam Dan Air Bahasa Indonesia Kelas 9 Halaman 157 Kegiatan 2 Mengembangkan Conclusion From Cerita Inspiratif Garam Dan Air Bahasa Indonesia Kelas 9 Halaman 157 Kegiatan 2 Mengembangkan Cerita Inspiratif Garam Dan Air Bahasa Indonesia Kelas 9 Halaman 157 Kegiatan 2 Mengembangkan - A collection of text Cerita Inspiratif Garam Dan Air Bahasa Indonesia Kelas 9 Halaman 157 Kegiatan 2 Mengembangkan from the internet giant network on planet earth, can be seen here. We hope you find what you are looking for. Hopefully can help. Thanks. See the Next Post
cerita garam dan air